Kesehatan

10 Langkah Mengatasi Keracunan Makanan

Keracunan makanan yaitu gangguan yang disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi oleh kuman, virus, parasit, atau toksin. Organisme atau toksin yang menginfeksi atau mengkontaminasi makanan bisa berlangsung pada tiap-tiap pelaksanaan pengolahan makanan. Kontaminasi makanan juga bisa berlangsung di rumah saat makanan tidak benar ditangani atau dimasak. Gejala keracunan makanan bisa berlangsung dikala sedang mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi. Biasanya keracunan makanan diawali berasal dari klasifikasi mudah sampai berat. Pada klasifikasi ringan, keracunan makanan bisa pulih tanpa pengobatan. Tetapi, pada sebagian masalah yang berat memerlukan terapi pengobatan di rumah sakit.

Bagaimana petunjuk dan tanda-tanda keracunan makanan?
Gejala keracunan makanan banyak ragam bergantung pada penyebabnya. Biasanya keracunan makanan membuat satu atau lebih petunjuk dan gejala, seperti:

– Mual
– Muntah
– Diare basah sampai berdarah
– Nyeri perut dan kram
– Demam

Petunjuk dan tanda-tanda lazimnya menjadi dinikmati sebagian jam sesudah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi atau bisa saja tanggapan keracunan bisa berlangsung sesudah berhari-hari. Lama terjadinya petunjuk dan tanda-tanda keracunan bisa berlangsung selama sebagian jam sampai sebagian hari.

Apakah penyebab terjadinya keracunan makanan?
Kontaminasi makanan bisa berlangsung menjadi berasal dari tahap permulaan seperti saat buah masih menjadi tumbuh, dipetik, pengolahan, penyimpanan, pengiriman, atau persiapan saat akan dikonsumsi. Kontaminasi silang lazimnya yang tak jarang berlangsung terpenting saat mempersiapkan makanan mentah seperti salad. Makanan yang tak dimasak atau yang tak dimasak bersama ideal bisa membuat keracunan makanan sebab organisme membahayakan tak mati sebelum akan dikonsumsi.
Penyebab terjadinya keracunan makanan atau organisme yang mengkontaminasi makanan merupakan :

Kuman
Kuman yaitu penyebab paling biasa terjaidnya keracunan makanan. Sebagian kuman yang bisa membuat keracunan makanan merupakan E.coli, Listeria, dan Salmonella.

Parasit
Keracunan makanan yang disebabkan oleh parasit memunculkan petunjuk dan tanda-tanda yang tidak sama bersama kontaminasi kuman. Toksoplasma merupakan parasit yang paling tak jarang berlangsung pada keracunan makanan. Toksoplasma lazimnya ditemukan pada kotoran kucing. Parasit bisa hidup pada metode pencernaan tanpa menampilkan petunjuk dan gejala. Tetapi, orang yang mempunyai metode kekebalan tubuh yang lemah dan wanita hamil bisa berbahaya mengalami pengaruh samping yang sungguh-sungguh seandainya parasit hidup pada usus.

Virus
Keracunan makanan juga bisa disebabkan oleh virus. Salah satu kontaminasi virus pada makanan yang sungguh-sungguh merupakan virus hepatitis A.
Apakah yang bisa meningkatkan efek terjadinya keracunan makanan?
Resiko keracunan makanan bisa berlangsung bergantung pada organisme yang terdapat pada makanan, kuantitas organisme pada makanan, umur, dan keadaan kebugaran seseorang.

Berikut sebagian kategori orang yang mempunyai efek keracunan makanan lebih tinggi:

– Orang lanjut umur (lansia)
– Seiring bersama bertambahnya umur karenanya metode kekebalan tubuh tak merespons bersama pesat dan tepat sasaran untuk membunuh organisme yang masuk kedalam tubuh.
– Wanita yang sedang hamil
– Selama kehamilan, pergantian metabolisme dan peredaran tubuh bisa meningkatkan efek keracunan makanan. Respons yang berlangsung bisa lebih parah selama kehamilan.
– Bayi dan balita
– Metode kekebalan tubuh pada bayi dan balita belum bisa berkembang sepenuhnya.
– Orang bersama penyakit kronis
– Terjadi penurunan manfaat metode kekebalan tubuh pada orang yang mempunyai keadaan penyakit parah seperti diabetes, gangguan hati atau AIDS, atau sedang mengerjakan kemoterapi.
– Bagaimana penanganan keracunan makanan?
– Pengobatan untuk keracunan makanan lazimnya bergantung pada sumber penyakit dan tingkat keparahan gejala. Pada lazimnya, petunjuk dan tanda-tanda keracunan makanan bisa pulih tanpa pengobatan didalam sebagian hari, tetapi juga pada sebagian masalah keracunan bisa berlangsung lebih lama. Penanganan keracunan makanan yang bisa dikerjakan merupakan:

Terapi untuk penggantian cairan yang sirna
Cairan dan elektrolit seperti natrium, kalium, dan kalsium yang melindungi keseimbangan cairan tubuh bisa sirna dikala terjadinya diare atau muntah. Pada keadaan yang diare dan muntah yang parah perlu dikerjakan perawatan dirumah sakit untuk menerima asupan cairan dan elektrolit melewati pembuluh darah untuk menghindar atau memecahkan dehidrasi. Pada keadaan diare yang bisa dikerjakan perawatan dirumah karenanya bisa mengonsumsi cairan oralit untuk menghindar atau memecahkan dehidrasi.
Terapi antibiotik
Berkonsultasilah pada dokter untuk menerima terapi antibiotik seandainya keracunan makanan yang berlangsung disebabkan oleh kontaminasi kuman pada makanan. Antibiotik tak bisa menolong memecahkan keracunan makanan yang disebabkan oleh virus.
Terapi untuk menolong menghentikan diare atau muntah
Berkonsultasilah bersama dokter atau apoteker untuk pemilihan obat yang memecahkan diare dan muntah.

Leave a Comment