12 Manfaat Susu Kedelai dan Anjuran Konsumsinya – squareoneflorida.com

Manfaat Susu Kedelai – Bagi orang yang alergi terhadap susu sapi, susu kedelai bisa dijadikan alternatifnya. Kandungan zat di dalamnya juga setara, dan baik untuk kesehatan. Beberapa zat bermanfaat itu adalah protein, rendah kalori, vitamin A, vitamin B12, vitamin D, vitamin E, seng, omega 3, kalsium, mineral, dan magnesium. Nah, apa sajakah manfaat susu kedelai, bila dikonsumsi dengan takaran tepat dan rutin?

SUSU KEDELAI

Manfaat Susu Kedelai

Dengan berbagai kandungan bermanfaat tersebut, susu kedelai terbukti berikan banyak keuntungan bagi pengonsumsinya. Sekarang ini sangat banyak produsen susu kedelai. Agar bisa mendapatkan manfaat terbaiknya, pastikan Anda membeli yang berkualitas. Nah, apa saja manfaat dari susu kedelai?

  1. Bantu Jaga Kesehatan Jantung

Protein yang terkandung di dalam kedelai, sangat bermanfaat sebagai sumber nutrisi, dan membantu pertumbuhan. Protein tersebut terbentuk dari asam amino, yang mampu mencegah serangan beragam penyakit. Isoflavone, dan asam aminonya berfungsi pula untuk menekan kadar kolesterol berlebihan di dalam darah.

Bahkan riset membuktikan kalau kemampuan susu kedelai dalam menstabilkan tekanan darah lebih baik, bila dibandingkan dengan susu sapi. Kehebatannya ini terlihat pada penderita hipertensi kategori ringan hingga sedang. Karena bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan jantung, maka pasien diabetes tipe 2 pun, bisa merasakan manfaat susu kedelai.

  1. Kurangi Gejala Post Menopause

Wanita yang sudah menopause juga bisa merasakan manfaat dari susu kedelai. Karena kandungan isoflavone-nya mampu jaga kadar estrogen. Saat menopause, sistem imun wanita mulai menurun karena dampak penuaan. Hormon estrogen pun ikut berkurang. Nah, isoflavone yang tersusun dari antioksidan, dan estrogenik bantu kuatkan daya tahan tubuh wanita pasca menopause.

  1. Cegah Pengeroposan Tulang atau Osteoporosis

Kekurangan kalsium bisa mengakibatkan seseorang terkena pengeroposan tulang. Biasanya wanita yang sudah menopause berisiko mengalami osteoporosis. Untuk cukupi asupan zat tersebut, Anda bisa mengonsumsi susu kedelai secara rutin dengan takaran ideal.

  1. Cegah Serangan Kanker

Susu kedelai mempunyai manfaat sebagai anti karsinogenik. Sehingga sangat efektif untuk mencegah atau menurunkan risiko berbagai serangan kanker, seperti kanker prostat yang menyerang pria, dan kanker payudara yang menyerang wanita.

  1. Sebagai Anti Oksidan

Isoflavone di dalam susu kedelai mampu menekan risiko serangan penyakit kronis. Jenis susu ini juga diperkaya dengan anti oksidan, sekaligus pelindung hati. Sehingga mampu bantu tekan stres oksidatif, dan mengurangi risiko kerusakan di dalam tubuh. Dengan begitu, risiko penyakit kardiovaskular juga bisa dicegah. Termasuk meningkatkan sistem imunitas.

  1. Cegah Obesitas, dan Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

Isoflavone di susu kedelai mempunyai efek hormonal, yang mampu hambat adipogenesis. Hal itu bisa mencegah pelebaran jaringan lemak. Sehingga seseorang tercegah dari risiko kegemukan atau obesitas. Kadar kolesterol jahat pun mampu diturunkan secara signifikan.

  1. Lancarkan Pencernaan

Karbohidrat, lemak, dan protein terkandung di dalam susu kedelai, yang tentunya mendukung kebutuhan nutrisi tubuh. Selain itu, isoflavone-nya juga tingkatkan absorpsi usus, makanya bisa membantu kelancaran pencernaan.

  1. Cegah Tumbuhnya Jerawat

Tidak semua orang cocok mengonsumsi susu sapi. Salah satu efeknya adalah mudah menstimulasi tumbuhnya jerawat. Nah, susu kedelai bisa jadi alternatifnya. Karena sekaligus bantu mencegah munculnya jerawat. Pastinya, manfaat susu kedelai ini sangat disenagi remaja yang sedang dalam masa pubertas. Karena jerawat gampang muncul saat masa tersebut.

  1. Cegah Penuaan Dini

Susu kedelai juga mampu tingkatkan kadar kolagen. Zat ini bertugas untuk menjaga kekenyalan, dan elastisitasan kulit. Bila wanita sudah menopause, maka produksi kolagen berkurang. Karena itu bisa terbantu dengan konsumsi susu ini.

Sedangkan isoflavone bermanfaat sebagai anti aging agent, yang bisa tangkal radikal bebas, dan cegah penuaan dini. Kelembaban kulit juga terbantu oleh kadar air yang lebih tinggi di susu kedelai. Jadi, tidak hanya terlihat lebih muda, tapi kulit juga terjaga kesehatannya.

  1. Penuhi Nutrisi Penderita Autisme

Penderita autisme tidak boleh mengonsumsi makanan, dengan kandungan protein tepung (glutein), dan protein susu (kasein). Susu sapi mengandung kasein, sehingga pantang dikonsumsi. Nah, sebagai alternatifnya bisa diganti dengan susu kedelai. Sebab susu ini juga punya nutrisi lengkap, seperti vitamin, mineral, dan protein. Sekaligus tak mengandung kasein dan glutein.

  1. Cegah Diabetes Melitus

Kekurangan insulin sebabkan penyakit diabetes melitus. Dampaknya adalah terjadi kelainan pada metabolisme elektrolit, air, lemak, protein, dan karbohidarat. Hebatnya, susu kedelai kaya kandungan asam amino arginin, dan asam amino glisin, yang bantu pasokan hormon insulin. Proteinnya juga baik untuk ginjal, dan tentunya aman bermanfaat bagi pasien diabetes melitus.

  1. Bantu Penuhi Gizi Ibu Hamil

Susu kedelai yang kaya nutrisi baik untuk siapa saja, termasuk ibu hamil yang sedang membutuhkan banyak  asupan gizi. Selain itu, susu ini juga kaya asam folat. Manfaatnya adalah tingkatkan kecerdasan bayi, sumber energi, bantu perkembangan janin, bantu pemulihan setelah melahirkan, perangi kolesterol jahat, menjaga organ penting, dan sebagainya.

Anjuran Konsumsi Susu Kedelai

Manfaat susu kedelai memang bagus bagi kesehatan. Tapi harus mengonsumsinya sebagai takaran yang tepat. Risiko terserang kanker payudara bisa menurun sampai 25%, bila Anda rajin konsumsi susu kedelai dengan takaran 10 mg setiap hari. Manfaat ini karena kandungan antioksidan, dan zat genistein yang bisa mencegah perkembangan sel kanker.

Sangat dianjurkan untuk tetap mengimbangi asupan susu kedelai, dengan berbagai sumber makanan lain, seperti biji-bijian utuh, sayuran, buah, dan produk protein lain. Tujuannya agar tubuh memperoleh pasokan berbagai jenis makanan. Jadi jangan hanya bergantung pada susu kedelai saja. Anda harus penuhi kebutuhan nutrisi dari beragam makanan sehat.

Bila anak Anda ternyata alergi terhadap susu sapi, jangan langsung diberikan susu kedelai. Karena belum tentu juga anak cocok dengan susu kedelai. Anda harus berkonsultasi dengan dokter, sebelum melakukan tindakan tersebut. Supaya bisa memperoleh rekomendasi yang paling tepat.

Efek Dari Konsumsi Susu Kedelai

Selain hadirkan manfaat susu kedelai, ternyata minuman ini juga dibarengi dengan efek tertentu. Apa saja risikonya?

–                      Sebabkan perut kekenyangan. Proteinnya yang tinggi bisa memicu produksi gas lebih tinggi. Sehingga bisa membuat perut kekenyangan.

–                      Picu alergi kedelai. Alergi ditandai dengan pingsan, wajah bengkak, gatal, muntah, sakit perut, gatal, diare, dan batuk. Konsumsi susu kedelai justru bisa memicu alergi kedelai. Sebab kadar protein tinggi tidak mampu diimbangi oleh lambungnya.

–                      Tidak disarankan untuk bagi di bawah 2 tahun. Kadar lemak di susu ini sangat rendah. Pada usia tersebut, bayi memerlukan asupan lemak lebih tinggi. Guna mendukung perkembangan otak dan tubuhnya. Karenanya, susu kedelai tidak disarankan untuk bayi usia tersebut.

–                      Akibatkan gangguan tiroid. Bila dikonsumsi dalam takaran berlebihan, maka bisa memicu gangguan pada tiroid. Hal itu karena susu ini mengandung goitrogens, yang bisa memicu absorpsi yodium. Sekaligus bisa menyebabkan pembesaran pada kelenjar tiroid. sumber; sumbermanfaat.com

Leave a Comment