Getuk Akui Jadi Pemain Arema Era Sekarang Lebih Tertekan

Menjadi pemain Arema adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Popularitas akan segera didapat jika tampil apik di tim Singo Edan. Tapi, ada konsekusensi dari popularitas seorang pemain Arema, yakni tekanan publik.

Pelatih Arema, Joko ‘Getuk’ Susilo bahkan menegaskan jika beban yang dipanggul pemain era sekarang lebih berat ketimbang era dia masih jadi pemain Arema pada tahun 1990-an.

“Kalau sekarang, main jelek apalagi kalah banyak kritikan datang. Bukan hanya lewat cacian langsung di stadion. Tapi juga pesan di handphone, sampai media sosial. Kalau dulu kritikan hanya bisa diberikan suporter saat bertemua saja. Belum ada Agen Judi Online atau media sosial seperti sekarang,” jelasnya.

Karena itu, tugas pelatih Arema kini lebih menantang. Apalagi, Arema tersingkir dari babak 8 besar Piala Presiden 2018. Sepanjang turnamen itu hanya satu kemenangan yang berhasil diraih.

“Andaikan orang tahu bagaimana mental pemain saya waktu pertama kali imbang di pertandingan pertama Piala Presiden melawan Persela Lamongan. Down! Tapi ini jadi pelajaran juga bagi pemain harus siap mental bermain di Arema,” imbuhnya.

Kritikan pedas juga tidak dirasakan oleh pemain, tapi juga tim pelatih, terutama Getuk. Bahkan beberapa suporter yang biasanya sering berdiskusi dengannya ikut memberikan kritikan.

“Inilah Arema. Jangankan pertandingan Piala Presiden, uji coba pertama (versus PSIS Semarang) sudah langsung dianggap ujian serius yang pertama. Padahal waktu itu baru masa awal persiapan,” curhatnya.

Kini, tim pelatih sudah melakukan diskusi dengan pemain. Mereka tetap mengambil sisi positif dari hal tersebut karena sudah merasakan tekanan berat sejak pramusim. Dalam kompetisi resmi, diharapkan Dendi Santoso dkk. sudah biasa bermain dalam tekanan tinggi.

“Sekarang caranya, Arema harus sering bertanding baik di kandang maupun tandang. Pesan saya, kalau memang belum siap mental jangan sering buka media sosial. Lebih baik fokus di lapangan dulu,” tegas pelatih 47 tahun ini.

Leave a Comment